Ridwan Kembali Terpilih Sebagai Ketua DPC Sumba Timur

Musyawarah Cabang (Muscab) II Partai Demokrat Kab Sumba Timur yang dilaksanakan di Hotel Elvin (14/2) adalah sebuah momentum kembali ke titik nol, setelah sukses mengantarkan Dr H Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Presiden RI periode 2009-2014, dan empat orang Anggota DPRD di Kab Sumba Timur dan salah satunya menjadi Wakil Ketua DPRD. Maka melalui Muscab II kali ini, harus segera kembali menemukan dan mewujudkan jati diri Partai Demokrat yang sesungguhnya.

Demikian disampaikan Ketua DPC Partai Demokrat, Ir Ridwan Untono MM pada acara Muscab II yang dihadiri pengurus tingkat kabupaten, kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh wanita dan beberapa pejabat birokrasi di lingkup Pemda Sumba Timur juga pimpinan partai lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPC Partai Demokrat mengatakan, melalui muscab kali ini akan dilaksanakan konsolidasi partai Demokrat Sumba Timur terutama dalam menghadapi Pemilu Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) 2013, Pemilu legislatif 2014 dan Pemilu Presiden 2014.
Secara politis praktis, partai Demokrat Sumba Timur telah memenangkan Pilpres pada pemilu persiden lalu dengan angka 56% mengalahkan kandidat dari patai Golkar.
Lebih jauh Partai Demokrat Sumba Timur pada pemilu legislatif 2009 berhak mendudukkan empat orang wakilnya sebagai Anggota DPRD II Sumba Timur dan satu orang wakilnya sebagai Anggota DPRD I Provinsi NTT.
Menghadapi pemilu legislatif mendatang, Partai Demokrat Sumba Timur akan terus melakukan konsolidasi partai dengan bertekat menambah wakilnya pada pemilu legislatif mendatang. “Begitu pula sambutan Sekretaris Partai Demokrat Provinsi NTT melalui Muscab II, pada agenda pertanggung jawab DPC dan pemilihan Ketua DPC yang baru, maka saya harap agar perilaku demokratis benar-benar kita junjung tinggi, saya sampaikan pula kepada jajaran pengurus lama yang telah berjuang membesarkan partai, sekecil apapun keberhasilan yang dicapai, perlu diberi apresiasi setinggi-tingginya. Sejarah akan mencatat keberhasilan Partai Demokrat Sumba Timur,” ucapnya.
Di sela-sela pelaksanaan Muscab II Partai Demokrat kab. Sumba timur dalam pemilihan Ketua DPC kembali terpilih Ir Ridwan Untono MM untuk memimpin kembali untuk periode 2012-2017. “Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman yang sudah mempercayai dan mendukung saya untuk memimpin kembali Partai Demokrat lewat Muscab II ini, semoga kita dapat menyamakan langkah, visi dan misi sehingga Partai Demokrat Sumba Timur ke depan akan menjadi besar serta memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat sumba timur,” tandasnya.
Pelaksanaan Muscab II partai Demokrat Sumba Timur, menurut salah seorang pimpinan lembaga kepada Jaya Pos, cukup berjalan lancar, walaupun ada kekurangan disana-sini, itu adalah hal yang wajar dalam dinamika organisasi politik. “Patut diberi apresiasi kepada pengurus partai yang telah berhasil mendudukan wakilnya dan membentuk fraksi tersendiri di DPRD II Sumba Timur,” katanya.
Walaupun menurut dia, sebagai partai penguasa di republik ini bahwa fraksi Partai Demokrat Sumba Timur yang duduk di kursi legislatif tidak memperlihatkan ketajamannya sebagai partai yang anti korupsi yang berpihak kepada masyarakat kecil.
Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Ketua DPC Partai Demokrat Sumba Timur pada Muscab II, adalah sebuah retorika politik. Masih lanjut dia, seharusnya Partai Demokrat Sumba Timur melalui wakilnya di DPRD melakukan kontrol bahkan mengambil tindakan tegas secara politik dan hukum terhadap berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di daerah itu. sumber : jayapost
Read More...

Jika Anas Terlibat, "kami dukung KLB"

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan kesiapannya mendukung Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat jika Ketua Umum Anas Urbaningrum terbukti terlibat kasus suap Wisma Atlet Jakabaring seperti yang dikatakan M. Nazaruddin dan Rosalina.

"Kalau terbukti, kami siap. Jika belum maka tidak boleh beropini," kata Sekretaris Partai Demokrat NTT Jonathan Kana, Ahad, 29 Januari 2012.

Menurut dia, sangat sulit untuk melengserkan Anas Urbaningrum dari jabatan ketua umum karena dia (Anas) terpilih secara mayoritas saat kongres di Bandung beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, Jonathan meminta agar pihak lain tidak merongrong Partai Demokrat dengan kasus yang belum terbukti kebenarannya.

Dia juga meminta semua pihak agar tidak beropini tentang dugaan keterlibatan Ketua Umum Partai Demokrat terkait dugaan kasus suap Wisma Atlet Jakabaring dan lainnya. "Mungkin sudah saatnya Demokrat tidak dirongrong lagi. Janganlah beropini," katanya.

Terkait rencana aksi 10 ribu kader Partai Demokrat dari 33 DPD di Indonesia untuk mendatangi sejumlah media massa yang selalu memberitakan Anas Urbaningrum, Jonathan mengaku Partai Demokrat belum membahas rencana itu. "Saya tidak tahu, tapi tadi malam kami rapat, tapi belum bahas soal itu," katanya. 
Read More...

Demokrat NTT Tetap Dukung Anas

Tampak Anas Saat Menghadiri Perayaan Natal Nasional di NTT
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap memberikan dukungannya kepada Anas Urbaningrum sebagai ketua umum partai itu. 

"Kami tetap berpatokan pada hasil kongres yang sudah memilih Anas sebagai ketua umum," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT Jonatan Kana di Kupang, Minggu (12/2). 

Meski saat ini partai Demokrat dituduh terlibat dalam berbagai persoalan, menurut Jonatan, dukungan kader Demokrat di NTT terhadap Anas tidak pernah kendur. "Sebagai kader, kami tetap mendukung ketua umum," jelasnya. 

Demokrat NTT juga tetap membela Anas jika ada kader yang ingin menggeser posisi ketua umum. Menurut dia, dukungan tersebut sangat beralasan karena Anas tidak pernah bermasalah dengan hukum. 

Selama ini berembus isu adanya politik uang dalam pemilihan ketua umum. Namun, isu itu teryata tidak terbukti. "Tidak benar bahwa ada politik uang dalam pemilihan ketua umum," tandasnya. 

Karena tidak ada bukti yang mengarah kepada politik uang, DPD Demokrat NTT tetap mendukung Anas untuk tetap memimpin partai penguasa itu. Adapun untuk menggeser posisi Anas, butuh dukungan dari 2/3 jumlah pengurus partai Demokrat di seluruh Indonesia melalui Kongres Luar Biasa, sesuai mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Demokrat. Padahal keinginan untuk mengganti Anas mungkin cuma sejumlah kecil orang.
Read More...

Presiden SBY: Kita Sering Lupa Menanam dan Menabur, tetapi Ingin Hasilnya



Presiden SBY dan Ibu Ani melakukan panen ikan Patin, dalam peninjauan ke Kampung Pangan Terpadu Minapolitan Pudak, Muaro Jambi, Jumat (10/2) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jambi: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono meninjau Kawasan Budidaya Ikan, Kampung Pangan Terpadu Minapolitan Pudak, Desa Pudak, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (10/2) pagi. Di area ini terdapat 630 kolam ikan patin yang menghasilkan 5-6 ton per hari.
Begitu tiba di tempat acara, Presiden dan Ibu Ani memanen ikan patin. Ada tiga ikan besar didapat.
“Ikan besar, barokah-barokah,” kata SBY. Sementara Ibu Ani dengan gigih harus mencoba dengan jaring sampai beberapa kali baru bisa mendapatkan ikan.
Presiden mengingatkan, sebagaimana dengan pohon, jika ingin memanen ikan kita harus menabur benihnya. “Kita sering lupa menanam, menabur, dan memelihara, tapi kita ingin memanen hasilnya. Itu tidak mungkin terjadi,” ujar Presiden.
Read More...

Divisi Kependudukan dan Statistik DPP-PD Bahas Program 2012



Roestanto Wahidi (kiri) saat memimpin rapat koordinasi seluruh biro Departemen Kependudukan dan Statistik DPP-PD (kurniawan)
Jakarta: Departemen Kependudukan dan Statistik Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP-PD) menggelar rapat koordinasi seluruh biro untuk menyusun program kerja dan rencana kegiatan di tahun 2012.  Rapat koordinasi diselenggarakan di kantor Pusat Partai Demokrat, Graha Kramat VII  Jalan Kramat Raya 146 Jakarta Pusat, Rabu 8 Februari 2012.
Rapat dipimpin Ketua Departemen Kependudukan dan Statistik DPP-PD Roestanto Wahidi yang juga Anggota Komisi V FPD-DPR-RI.  Sebelum membahas program kerja, rapat diawali dengan melakukan verifikasi kepengurusan anggota tiap-tiap biro yang masih aktif dan mengganti yang sudah vakum.
Roestanto menegaskan bahwa, “Ini sesuai amanat Ketua Umum DPP-PD Anas Urbaningrum pada Rapat Pengurus Harian DPP-PD 1 Februari 2012 lalu dan  agar kerja tiap departemen dapat berjalan efektif,”.
Read More...

Departemen Polkam DPP-PD Gelar Rapat dengan Sepuluh Departemen Terkait


Suasana rapat program kerja sebelas departemen terkait politik,hukum dan keamanan di Kantor DPP-PD, Graha Kramat VII, Jakarta. Tampak Ketua Dep Polkam DPP-PD Cornel Simbolon (paling kiri) bersama Direktur Eksekutif DPP-PD Toto Riyanto (kedua dari kiri). (kurniawan)
Jakarta: Departemen Politik dan Keamanan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (Dep Polkam DPP-PD) menggelar rapat program kerja bersama sepuluh departemen yang kinerjanya terkait politik, hukum, dan keamanan. Rapat yang dipimpin Ketua Dep Polkam DPP-PD Cornel Simbolon digelar di Kantor DPP-PD, Graha Kramat VII, Jalan Kramat Raya 146 Jakarta, Jumat 10 Februari 2012.
Cornel Simbolon menjelaskan, rapat tersebut digelar untuk menyamakan persepsi dan memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan setiap departemen dan biro masing-masing. Rapat juga membahas segala kendala dan operasional dalam menjalankan program.
Dalam rapat tersebut setiap ketua departemen memberikan masukan serta pendapat tentang isu-isu nasional yang perlu mendapatkan perhatian khusus, antara lain berbagai isu negatif yang menyerang Partai Demokrat.
Read More...

Presiden SBY Kembali ke Jakarta


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. (dok)
Jambi: Usai menunaikan sholat Jumat di Masjid Agung Al Falah, Jambi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Negara Hj Ani Bambang Yudhyono kembali ke Jakarta. Pesawat khusus kepresidenan Boeing 737-800, yang disewa dari Garuda, lepas landas dari Bandara Sultan Thaha pada Jumat (10/2) pukul 14.25 WIB. Usai sudah kunjungan kerja Presiden selama dua hari di Provinsi Jambi.
Selama berada di ‘Negeri Sembilan Lurah’ tetrsebut, Presiden SBY dan Ibu Ani menginap di Rumah Dinas Gubernur. Agenda Presiden, antara lain, menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional ke-27, kemarin. Pagi tadi, SBY meninjau Kawasan Budidaya Ikan di Kampung Pangan Terpadu Minapolitan Pudak, Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi.
Mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja di Jambi ini, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menseneg, Sudi Silalahi, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Cicip Sutardjo, dan Seskab Dipo Alam. (presideninfo/dik)
Read More...

Bakti SosiaL Partai Demokrat 2012





Read More...

Sejarah Partai Demokrat

PEMBENTUKAN DAN BERDIRINYA PARTAI DEMOKRAT
Partai Demokrat didirikan atas inisiatif saudara Susilo Bambang Yudhoyono yang terilhami oleh kekalahan terhormat saudara Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilihan Calon wakil Presiden dalam Sidang MPR tahun 2001.
Dari perolehan suara dalam pemilihan cawapres dan hasil pooling public yang menunjukkan popularitas yang ada pada diri Susilo Bambang Yudhoyono (selanjutnya disebut SBY), beberapa orang terpanggil nuraninya untuk memikirkan bagaimana sosok SBY bisa dibawa menjadi Pemimpin Bangsa dan bukan direncanakan untuk menjadi Wakil Presiden RI tetapi menjadi Presiden RI untuk masa mendatang. Hasilnya adalah beberapa orang diantaranya saudara Vence Rumangkang menyatakan dukungannya untuk mengusung SBY ke kursi Presiden, dan bahwa agar cita-cita tersebut bisa terlaksana, jalan satu-satunya adalah mendirikan partai politik. Perumusan konsep dasar dan platform partai sebagaimana yang diinginkan SBY dilakukan oleh Tim Krisna Bambu Apus dan selanjutnya tehnis administrasi dirampungkan oleh Tim yang dipimpin oleh saudara Vence Rumangkang. Juga terdapat diskusi-diskusi tentang perlunya berdiri sebuah partai untuk mempromosikan SBY menjadi Presiden, antara lain : Pada tanggal 12 Agustus 2001 pukul 17.00 diadakan rapat yang dipimpin langsung oleh SBY di apartemen Hilton. Rapat tersebut membentuk tim pelaksana yang mengadakan pertemuan secara marathon setiap hari. Tim itu terdiri dari : (1). Vence Rumangkang, (2). Drs. A. Yani Wahid (Alm), (3). Achmad Kurnia, (4). Adhiyaksa Dault, SH, (5).Baharuddin Tonti, (6). Shirato Syafei. Di lingkungan kantor Menkopolkampun diadakan diskusi-diskusi untuk pendirian sebuah partai bagi kendaraan politik SBY dipimpin oleh Drs. A. Yani Wachid (Almarhum). Pada tanggal 19 Agustus 2001, SBY memimpin langsung pertemuan yang merupakan cikal bakal pendirian dari Partai Demokrat. Dalam pertemuan tersebut, saudara Vence Rumangkang menyatakan bahwa rencana pendirian partai akan tetap dilaksanakan dan hasilnya akan dilaporkan kepada SBY.
Selanjutnya pada tanggal 20 Agustus 2001, saudara Vence Rumangkang yang dibantu oleh saudara Drs. Sutan Bhatoegana berupaya mengumpulkan orang-orang untuk merealisasikan pembentukan sebuah partai politik. Pada akhimya, terbentuklah Tim 9 yang beranggotakan 10 (sepuluh) orang yang bertugas untuk mematangkan konsep-konsep pendirian sebuah partai politik yakni: (1) Vence Rumangkang; (2) Dr. Ahmad Mubarok, MA.; (3) Drs. A. Yani Wachid (almarhum); (4) Prof. Dr. Subur Budhisantoso; (5) Prof. Dr. Irzan Tanjung; (6) RMH. Heroe Syswanto Ns.; (7) Prof. Dr. RF. Saragjh, SH., MH.; (8) Prof. Dardji Darmodihardjo; (9) Prof. Dr. Ir. Rizald Max Rompas; dan (10) Prof. Dr. T Rusli Ramli, MS. Disamping nama-nama tersebut, ada juga beberapa orang yang sekali atau dua kali ikut berdiskusi. Diskusi Finalisasi konsep partai dipimpin oleh Bapak SBY.
Untuk menjadi sebuah Partai yang disahkan oleh Undang- Undang Kepartaian dibutuhkan minimal 50 (limapuluh) orang sebagai pendirinya, tetapi muncul pemikiran agar jangan hanya 50 orang saja, tetapi dilengkapi saja menjadi 99 (sembilanpuluh sembilan) orang agar ada sambungan makna dengan SBY sebagai penggagas, yakni SBY lahir tanggal 9 bulan 9. Pada tanggal 9 September 2001, bertempat di Gedung Graha Pratama Lantai XI, Jakarta Selatan dihadapan Notaris Aswendi Kamuli, SH., 46 dari 99 orang menyatakan bersedia menjadi Pendiri Partai Demokrat dan hadir menandatangani Akte Pendirian Partai Demokrat. 53 (lima puluh tiga) orang selebihnya tidak hadir tetapi memberikan surat kuasa kepada saudara Vence Rumangkang. Kepengurusanpun disusun dan disepakati bahwa Kriteria Calon Ketua Umum adalah Putra Indonesia asli, kelahiran Jawa dan beragama Islam, sedangkan Calon Sekretaris Jenderal adalah dari luar pulau jawa dan beragama Kristen. Setelah diadakan penelitian, maka saudara Vence Rumangkang meminta saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso sebagai Pejabat Ketua Umum dan saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung sebagai Pejabat Sekretaris Jenderal sementara Bendahara Umum dijabat oleh saudara Vence Rumangkang.
Pada malam harinya pukul 20.30, saudara Vence Rumangkang melaporkan segala sesuatu mengenai pembentukan Partai kepada SBY di kediaman beliau yang saat itu sedang merayakan hari ulang tahun ke 52 selaku koordinator penggagas, pencetus dan Pendiri Partai Demokrat. Dalam laporannya, saudara Vence melaporkan bahwa Partai Demokrat akan didaftarkan kepada Departemen Kehakiman dan HAM pada esok hari yakni pada tanggal 10 September 2001.

PENGESAHAN PARTAI DEMOKRAT
Pada tanggal 10 September 2001 jam 10.00 WIB Partai Demokrat didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI oleh saudara Vence Rumangkang, saudara Prof. Dr. Subur Budhisantoso, saudara Prof. Dr. Irsan Tandjung, saudara Drs. Sutan Bhatogana MBA, saudara Prof. Dr. Rusli Ramli dan saudara Prof. Dr. RF. Saragih, SH, MH dan diterima oleh Ka SUBDIT Pendaftaran Departemen Kehakiman dan HAM. Kemudian pada tanggal 25 September 2001 terbitlah Surat Keputusan Menkeh & HAM Nomor M.MU.06.08.-138 tentang pendaftaran dan pengesahan Partai Demokrat. Dengan Surat Keputusan tersebut Partai Demokrat telah resmi menjadi salah satu partai politik di Indonesia dan pada tanggal 9 Oktober 2001 Departemen Kehakiman dan HAM RI mengeluarkan Lembaran Berita Negara Nomor : 81 Tahun 2001 Tentang Pengesahan. Partai Demokrat dan Lambang Partai Demokrat. Selanjutnya pada tanggal 17 Oktober 2002 di Jakarta Hilton Convention Center (JHCC), Partai Demokrat dideklarasikan dan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakemas) Pertama pada tanggal 18-19 Oktober 2002 di Hotel Indonesia yang dihadiri Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) seluruh Indonesia.
Sejalan dengan deklarasi berdirinya Partai Demokrat, sebagai perangkat organisasi dibuatlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Sebagai langkah awal maka pada tahun 2001 diterbitkan AD/ART yang pertama sebagai peraturan sementara organisasi. Pada tahun. 2003 diadakan koreksi dan revisi sekaligus didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan HAM RI sebagai Persyaratan berdirinya Partai Demokrat. Sejak pendaftaran tersebut, AD/ART Partai Demokrat sudah bersifat tetap dan mengikat hingga ada perubahan oleh forum Kongres ini.
Read More...

Tim Perumus Website


Melkisdek L Madi
Pengurus Divisi Kaderisasi DPD Partai Demokrat NTT
Penggagas Website DPD Partai Demokrat











Efi Kristoforus 
Pengurus DPD divisi Perhubungan
Administrator Website Partai Demokrat NTT













Ridwan Batara
Staff IT Sekertariat Partai Demokrat NTT
Administrator website

Read More...