![]() |
| Tampak Anas Saat Menghadiri Perayaan Natal Nasional di NTT |
"Kami tetap berpatokan pada hasil kongres yang sudah memilih Anas sebagai ketua umum," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT Jonatan Kana di Kupang, Minggu (12/2).
Meski saat ini partai Demokrat dituduh terlibat dalam berbagai persoalan, menurut Jonatan, dukungan kader Demokrat di NTT terhadap Anas tidak pernah kendur. "Sebagai kader, kami tetap mendukung ketua umum," jelasnya.
Demokrat NTT juga tetap membela Anas jika ada kader yang ingin menggeser posisi ketua umum. Menurut dia, dukungan tersebut sangat beralasan karena Anas tidak pernah bermasalah dengan hukum.
Selama ini berembus isu adanya politik uang dalam pemilihan ketua umum. Namun, isu itu teryata tidak terbukti. "Tidak benar bahwa ada politik uang dalam pemilihan ketua umum," tandasnya.
Karena tidak ada bukti yang mengarah kepada politik uang, DPD Demokrat NTT tetap mendukung Anas untuk tetap memimpin partai penguasa itu. Adapun untuk menggeser posisi Anas, butuh dukungan dari 2/3 jumlah pengurus partai Demokrat di seluruh Indonesia melalui Kongres Luar Biasa, sesuai mekanisme yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Demokrat. Padahal keinginan untuk mengganti Anas mungkin cuma sejumlah kecil orang.
